Budiyt

SHIROH NABAWIYAH

Posted by: budiy on: 22 Januari 2008

SHIROH NABAWIYAH

HIJRAH KE HABASYAH I 

-Diawali dari  berbagai tekanan yang dilancarkan oleh orang-orang Quraisy yang dimulai pada pertengahan atau akhir tahun keempat dari nubuwah-Tekanan ditujukan kepada orang-orang yang lemah hingga pertengahan tahun kelima nubuwah, Orang-orang Muslim mulai berpikir untuk mencari jalan keluar dari siksaan yang pedih.- Dalam kondisi ini turun surat Al-Kahfi sebagai sanggahan terhadap berbagai pertanyaan yang disampaikan orang-orang musyrik kepada Nabi Shallallahu alaihi wa salllam. Ada 3 Kisah dari surat ini :Kisah Pertama, Ashhabul Kahfi yang diberi petunjuk untuk hijrah dari pusat kekufuran dan permusuhan, karena dikhawatirkan mendatangkan cobaan terhadap agama, dengan memasrahkan diri kepada Allah. Sebagaimana Allah memberikan petunjuk untuk mencari tempat berlindung di dalam gua( QS Al-Kahfi:16).Kisah Kedua, Kisah Khaidr dan Musa memberikan pengertian bahwa tidak selamanya berbagai faktor berjalan dengan bergantung kepada yang riel semata.

Kisah Ketiga, Tentang Dzil-Qarnain, memberikan pengertian bahwa bumi milik Allah, dan diwariskan kepada siapa-siapa yang dikehendakinya, dan keberuntungan hanya diperoleh dengan jalan iman.

 Kemudian diturunkan surat Az-zahmar sebagai Isyarat  Hijrah dan menyatakan bahwa bumi Alllah ini tidak sempit (Az-Zumar : 10)-      Hijrah ke habasyah diperintahkan oleh Rosulullah kepada beberapa orang muslim sambil membawa agamanya, karena beliau tahu kalau Ashhamah An-Najasyi adalah seorang raja yang adil dan tidak akan ada orang yang teraniaya di sisinya.- Bulan Rajab Tahun kelima nubuwah, pertama kali sekelompok sahabat hijrah ke Habasyah, yaitu 12 orang laki-laki, 4 orang wanita, dan dipimpin oleh Utsman bin Affan. Diantara rombongan ini terdapat Sayyidah Ruqoyyah Putri Rosulullah SAW. Sabda Beliau tengtang keduanya : Mereka berdua adalah penduduk Baitul-Haram yang Hijrah di jalan Allah setelah Ibrahin dan Luth.· Bulan Ramadhan tahun yang sama nabi SAW keluar dari Masjidil –Haram dimana para pemuka dan pemsar Quraisy sedang berkumpul di sana, beliau berdiri dihadapan mereka lalu membacakan surat An_Najm. Reaksi mereka panjang-panjang seperti biasa memaksa sebagian diantara mereka untuk menjelaskan kepada sebagian yang lain, sebagaiman dijelaskan Allah dalam (QS.Fushshilat : 26).· Ketika dibacakan ayat ini, mereka diam terpesona dan menyimak isinya dengan khidmat dan tidak ada pikiran lain dari dalam diri mereka, dan tatkala beliau membacakakan penutup surat ini :

Maka bersujudlkah kepada Alllah dan sembahlah Dia (An-Najm :62)

· Cerita tantang Gharaniq dan sujudnya orang-orang musyrik didengar oleh para Muhajirin di Habasyah, tetapi dengan versi yang berbeda jauh dengan gambaran yang hakiki. Cerita yang sampai kepada mereka, bahwa orang-orang Quraisy sudah masuk Islam, karena itu mereka pulang ke Mekkah pada  bulan Syawwal tahun yang sama. Mereka tahu apa yang terjadi sebagian diantara mereka ada yang kembali ke Habasyah, sedangkan yang mau pulang ke Mekkah masuk ke sana dengan cara sembunyi-sembunyi, atau dengan cara meminta perlindungan kepada salah seorang Quraisy.

· Setelah itu siksaan dan penindasan yang ditimpahkan orang-orang Quraisy terhadap orang-orang muslim makin menjadi-jadi, terutama lewat suku masing-masing, dan karena hal ini Nabi Saw memerintahkan untuk hijrah Ke Habasyah yang kedua.HIJRAH KE HABASYAH YANG KEDUA- Hijrah ini lebih sulit daripada hijrah yang pertama, sebab orang-orang Quraisy semakin meningkatkan kewaspadaan dan menetapkan untuk menggagalkan usaha hijrah kaum muslimin, tetapi Allah melapangan jalan untuk pergi ke Habasyah sebelum orang-orang Quraisy engetahuinya.- Jumlah yang Hijrah 83 orang laki-laki dan 18 atau 19 Wanita. Al-Alamah Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury menetapkan yang pertama 18 wanita.

Dari Amirul mukminin Abu Hafsh Umar Bin Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah Bin Qurth Bin Razah bin Ady bin Ka`b bin Luayy bin Ghalib Al Quraisy  Al Adawy ra. Berkata : “ Saya mendengar Rosulullah Saw, bersabda :’ Bahwasanya setiap amal itu tergantung niiatnya, dan bahwasanya apa yang diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijranya itu hanya memperoleh apa yang dia niatkan dari hijranya itu. (Hr. Bukhori dan Muslim)

TIPU MUSLIHAT QURAISY DALAM MENGHADAPI ORANG-ORANG MUSLIM YANG HIJRAH KE HABASYAH

Orang Musyrik memilih dua orang yang cukup terpandang dan cerdik, yaitu Amr bin Al-Ash dan Abdullah bin Abu Rabi`ah, sebelum keduanya masuk Islam. Mereka mengirim dua orang untuk memberikan hadiah yang dipersembahkan kepada raja Najasyi dan para Uskup di sana.  Mereka menemui Uskup terlebih dahulu, membagikan hadiah dan mengemukakan berbagai alasan agar kaum Muslimin diusir dari sana. Para Uskup menyatakan kesediaanya dan mempengaruhi raja Najasyi, kemudian keduanya menemui raja Najasyi, sembari menyerahkan berbagai hadiah Mereka berkata; Wahai Tuan Raja, sesungguhnya ada beberapa orang bodoh yang telah menyusup ke negeri tuan. Mereka ini telah memecah belah agama kaumnya, juga tidak mau masuk ke agama tuan. Mereka datang sambil membawa agama baru yang mereka ciptakan sendiri. Kami tidak mengetahuinya secara persis begitu juga pula tuan, kami diutus para pembesar kaum mereka, dari bapak-bapak, paman dan keluarga merekau ntuk menemui tuan, agar tuan berkenan mengembalikan orang-orang ini kepada mereka.Benar apa yang dikatakan mereka berdua wahai baginda raja, serahkan mereka itu kepada mereka berdua agar dikembalikan ke negerinya, kata para Uskup.Raja Najasy perlu untuk  meneliti secara detail dan mendengar dari masing-masing pihak.

Setelah orang-orang Muslim datang sudah menampakan kejujuran, raja Najasy berkata.” Macam apakah Agama kalian, yang karena agama itu kalian memecah belah agama kalian, dan kalian juga tidak mau masuk agama kami serta tidak satupun dari agama-agama ini.?.

Ja`far bin Abu Thalib yang menjadi juru bicara orang-orang Muslim, menjawab : Wahai Tuan Raja, dulu kami adalah pemeluk agama jahiliyah, Kami menyembah berhala-berhala, memakan bangkai, berbuat mesum, memutuskan tali persaudaraan, menyakiti tetangga dan yang kuat di antara kita memakan yang lemah. Begitulah gambaran kami dahulu., hingga Allah mengutus seorang Rosul dari kalangan kami sendiri, dan kami ketahui nasab, kejujuran, amanah dan kesucian dirinya. Beliau menyuruh kami kepada Allah untuk mengesahkan dan menyembah-Nya serta meninggalkam penyembahan kami dan bapak-bapak kami terhadap batu dan patung. Beliu juga memerintahkan kepada kami untuk berkata jujur, melaksanakan amanat, menjalin hubungan kerabatan, berbuat baik kepada tentangga. Menghormati hal-hal yang disucikan dan darah, melarang kami berbuat mesum, berkata palsu, mengambil harta anak yatim dan menuduh wanita-wanita yang suci, Menyembah Allah semata dan tidak menyekutukannya, mengerjakan Sholat, mengeluarkan Zakat, berpuasa serta ajaran-ajaran Islam yang lain. Kami mebenarkan dan beriman serta mengikuti beliau.Raja Najasy berkata : Apakah engkau bisa membacakan sedikit ajaran dari Allah yang dibawanya (Rosulullah)?Ya, jawab Ja`far. Kalau begitu bacakanlah kepadaku. Lalu Ja`far mebacakan surat Maryam dengan cara menghafal dari Kaf Ha` Ya` Ain Shad. Demi Allah Najasyi menangis hingga membasahi jenggotnya, begitu juga dengan para Uskup, tak kalah mendengar ayat tersebut.

Najasyi berkata : Sungguh ini yang dibawa Isa benar-benar keluar daru satu Misykat. Pergilah kalian berdua, (Para utusan) Demi Allah aku tidak akan menyerahkan kepada kalian berdua. Sama sekali tidak.

Lalu keduanya pergi dan Amr bin Ash berkata kepada Abdullah Bin Abu Rabi`ah ; Demi Allah besok aku akan benar-benar datang kepada mereka dengan sesuatu seperti yang bisa memusnahkan tanaman mereka. Lalu Abdullah Bin Abu Rabi`ah berkata : jangan kau lakukan itu, karena mereka masih mempunyai kerabat sekalipun mereka telah menentang kita, tetapi Amr Bin Al-Ash tetap bersikukuh dengan kehendaknya.Besoknya Amr Bin Al-Ash berkata kepeda raja Najasyi, Wahai Tuan Raja, sesungguhnya mereka menyampaikan perkataan yang tidak bisa dianggap enteng tentang Isa Bin Maryam.Raja Najasyi mengirim utusan untuk menanyakan kepada orang-orang muslim, apa pendapat mereka tentang Isa bin Maryam? Tentu saja mereka menjadi risau dan kaget, tetapi mereka bersepakat untuk menjawab apa adanya. Kemudian Ja`far bin Abi Thalib yang menjadi juru bicara mereka menjawab :’ kami katakana seperti apa yang dibawa Nabi kami, bahwa Isa adalah hamba Allah, Rosul-Nya, Roh-Nya dan Kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam sang perawan suci.Mendengar hal itu raja Najasyi mengambil potongan dahan dari tanah, kemudian berkata: Demi Allah Isa bin Maryam tidak berbeda jauh dengan apa yang engkau katakana, seperti potongan dahan ini. Para Uskup Mendengus, tetapi Najasyi berkata sekalipun kalian mendengus. 

Najasyi berkata kepada orang-orang Muslim,” Pergilah , kalian aman di Negeriku, siapapun yang mencaci kalian pastilah tidak waras, sekalipun aku mempunyai gunung emas, aku tidak sudi jika ada yang menyakiti kalian.

Najasyi berkata kepada para pengiringnya” kembalikanlah hadiah yang dibawa dua orang itu. Aku tidak membutuhkan hadiah-hadiah itu. Demi Allah. Dia tidak meminta uang sogokan dariku tak kalah Dia mengembalikan kerajaan ini kepadaku.Ummu alamah yang meriwayatkan peristiwa ini berkata, Lalu keduanya Amr Bi Al-Ash dan Abdullah bin Abu Rabi`ah) pergi.       

Tinggalkan Balasan